<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4058621988056558388</id><updated>2011-10-03T17:52:39.880+07:00</updated><title type='text'>wawasan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://blogwawasan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4058621988056558388/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogwawasan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02889185329221373773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4058621988056558388.post-4609706607634982922</id><published>2011-10-03T17:52:00.001+07:00</published><updated>2011-10-03T17:52:39.917+07:00</updated><title type='text'>Jangan Salahkan Bajuku,Salah Pemerkosa PunyaNafsu dan Burung!!Jangan Salahkan Bajuku,Salah Pemerkosa PunyaNafsu dan Burung!!</title><content type='html'>Komisi Nasional (Komnas) Anti Kekerasan&lt;br /&gt;terhadap Perempuan menilai kasus kekerasan&lt;br /&gt;seksual pada wanita masih sangat tinggi.&lt;br /&gt;Tercatat,sepertiga ada 295.836 total kasus&lt;br /&gt;kekerasan terhadap perempuan adalah kasus&lt;br /&gt;kekerasan seksual. Artinya setiap hari ada 28&lt;br /&gt;perempuan menjadi korban kekerasan seksual di&lt;br /&gt;Indonesia.&lt;br /&gt;Demo bela rok mini yang dianggap sebagai&lt;br /&gt;pemicu pemerkosaan beberapa waktu lalu di&lt;br /&gt;benderan HI&lt;br /&gt;Menurut Komnas Perempuan, berulangnya&lt;br /&gt;kasus-kasus kekerasan seksual dalam transportasi&lt;br /&gt;umum menunjukkan bahwa tidak ada jaminan&lt;br /&gt;rasa aman bagi perempuan. “Penanganan dua&lt;br /&gt;kasus terakhir merupakan petunjuk penting pada&lt;br /&gt;keseriusan aparat penegak hukum dan pejabat&lt;br /&gt;publik dalam menjalankan mandat konstitusi&lt;br /&gt;untuk perlindungan dan jaminan rasa aman bagi&lt;br /&gt;warga negaranya,” kata komisioner Komnas&lt;br /&gt;Perempuan Neng Dara Affiah dalam siaran pers,&lt;br /&gt;Minggu (25/9/2011).&lt;br /&gt;Puluhan perempuan itu mengenakan rok mini&lt;br /&gt;dan membawa poster bertuliskan “Jangan&lt;br /&gt;salahkan baju kami. Hukum si pemerkosa”. “My&lt;br /&gt;rok is my right” dan “Don’t tell us how to dress.&lt;br /&gt;Tell them not to rape”. “Jangan salahkan rok mini&lt;br /&gt;kami. Salahkan otaknya,” ujar salah seorang&lt;br /&gt;orator Ucapan orator itu ditimpali oleh beberapa&lt;br /&gt;perserta aksi. “Yang mini bukan rok kami tapi otak&lt;br /&gt;kalian,” teriak peserta demo di Bundaran HI .&lt;br /&gt;Kajian Komnas Perempuan mengenai kekerasan&lt;br /&gt;seksual menunjukkan, persoalan penanganan&lt;br /&gt;kasus kekerasan seksual bermuara pada belum&lt;br /&gt;tersedianya payung hukum yang memadai serta&lt;br /&gt;kapasitas penegak hukum dalam menjalankan&lt;br /&gt;tugasnya. Faktor budaya juga turut memperumit&lt;br /&gt;penyelesaian kekerasan seksual. Budaya&lt;br /&gt;penyangkalan, menyalahkan korban, dan konsep&lt;br /&gt;aib akibat perempuan yang diperkosa dianggap&lt;br /&gt;tidak lagi suci, telah menjauhkan perempuan&lt;br /&gt;korban memperolah hak-haknya atas kebenaran,&lt;br /&gt;keadilan dan pemulihan.&lt;br /&gt;“Pernyataan yang menstigma perempuan korban&lt;br /&gt;memprovokasi kekerasan dengan busana yang ia&lt;br /&gt;kenakan, tidak saja telah menyakiti perempuan&lt;br /&gt;korban dan keluarganya untuk kesekian kalinya,&lt;br /&gt;serta semakin menyuburkan budaya yang&lt;br /&gt;menyulitkan penyelesaikan kasus kekerasan&lt;br /&gt;seksual, juga mengukuhkan diskriminasi terhadap&lt;br /&gt;perempuan,” imbuh Neng Dara.&lt;br /&gt;Demo aktifis perempuan, yang mengecam ulah&lt;br /&gt;pemerkosa&lt;br /&gt;Komnas Perempuan lalu mendesak para pihak&lt;br /&gt;yang bertanggung jawab atas berlangsungnya&lt;br /&gt;transportasi publik mengambil tindakan serius&lt;br /&gt;dan tepat dalam memperbaiki sistem guna&lt;br /&gt;menjamin rasa aman. “Serius dalam arti&lt;br /&gt;perbaikan harus dilakukan secara komprehensif&lt;br /&gt;dan sungguh-sungguh. Langkah kebijakan yang&lt;br /&gt;tepat juga diperlukan agar tetap menjunjung&lt;br /&gt;tinggi hak asasi manusia dan berkontribusi pada&lt;br /&gt;pembentukan kondisi yang kondusif bagi&lt;br /&gt;penghapusan kekerasan terhadap perempuan,”&lt;br /&gt;ungkap komisioner Komnas Perempuan Andy&lt;br /&gt;Yentriyani.&lt;br /&gt;Komnas Perempuan mendukung usulan sistem&lt;br /&gt;identifikasi pengemudi perlu diadopsi dengan&lt;br /&gt;membentuk mekanisme sanksi pada pihak&lt;br /&gt;pengusaha yang tidak taat dalam memastikan&lt;br /&gt;terselenggaranya sistem tersebut. Perbaikan&lt;br /&gt;infrastuktur juga perlu meliputi tersedianya&lt;br /&gt;penerangan yang memadai di tempat tunggu dan&lt;br /&gt;jalan, patroli dan kesiapsiagaan petugas&lt;br /&gt;keamanan di titik-titik rawan, serta sarana&lt;br /&gt;transportasi yang memadai sehingga&lt;br /&gt;penumpang tidak perlu berdesak-desakan dan&lt;br /&gt;membuka peluang terjadinya pelecehan seksual.&lt;br /&gt;“Dalam kerangka memikirkan kebijakan yang&lt;br /&gt;tepat, kebijakan gerbong khusus misalnya harus&lt;br /&gt;segera ditinjau ulang.&lt;br /&gt;Memberikan rasa aman bagi perempuan perlu&lt;br /&gt;dilakukan tanpa membagi ruang publik antara&lt;br /&gt;laki-laki dan perempuan. Pembagian ruang publik&lt;br /&gt;ini justru akan mengukuhkan budaya&lt;br /&gt;menyalahkan korban kekerasan seksual,” ungkap&lt;br /&gt;Andy. Ia juga menyoroti pernyataan pihak&lt;br /&gt;kepolisian tentang kesulitan mereka untuk&lt;br /&gt;mencari jejak pelaku perkosaan yang justru&lt;br /&gt;dengan gampang ditemukan oleh korban.&lt;br /&gt;“Pernyataan ini justru meneguhkan prasangka&lt;br /&gt;dalam masyarakat tentang ketidakseriusan jajaran&lt;br /&gt;kepolisian atas upaya penegakan hukum,”&lt;br /&gt;tegasnya.&lt;br /&gt;Komnas Perempuan juga mendorong peran aktif&lt;br /&gt;media dalam membantu penyelesaian kasus-&lt;br /&gt;kasus kekerasan seksual. Hasil analisa Komnas&lt;br /&gt;Perempuan terhadap 8 media cetak sepanjang&lt;br /&gt;tahun 2010 menunjukkan 50 persen media telah&lt;br /&gt;memenuhi etika jurnalistik dan hak korban dalam&lt;br /&gt;pemberitaannya tentang kekerasan seksual&lt;br /&gt;terhadap perempuan.&lt;br /&gt;“Dengan pemenuhan etika jurnalistik dan hak&lt;br /&gt;korban, liputan aktif media atas peristiwa dan&lt;br /&gt;penanganan kasus sangat penting untuk&lt;br /&gt;membangun pemahaman publik tentang&lt;br /&gt;kekerasan seksual, dan mendorong aparat dan&lt;br /&gt;pejabat publik dalam menghadirkan jaminan&lt;br /&gt;perlindungan dan rasa aman di ruang publik serta&lt;br /&gt;dalam memenuhi hak-hak korban,” pungkas&lt;br /&gt;Andy.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4058621988056558388-4609706607634982922?l=blogwawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogwawasan.blogspot.com/feeds/4609706607634982922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blogwawasan.blogspot.com/2011/10/jangan-salahkan-bajukusalah-pemerkosa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4058621988056558388/posts/default/4609706607634982922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4058621988056558388/posts/default/4609706607634982922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogwawasan.blogspot.com/2011/10/jangan-salahkan-bajukusalah-pemerkosa.html' title='Jangan Salahkan Bajuku,Salah Pemerkosa PunyaNafsu dan Burung!!Jangan Salahkan Bajuku,Salah Pemerkosa PunyaNafsu dan Burung!!'/><author><name>admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02889185329221373773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4058621988056558388.post-1902838324434459232</id><published>2010-12-01T01:06:00.000+07:00</published><updated>2011-03-31T00:22:37.444+07:00</updated><title type='text'>Ternyata Benua Atlantis Adalah Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-agd6TWHn21E/TZNlvmdo2LI/AAAAAAAAABo/rMhlkU57ZLA/s1600/Indonesia+Truly+Atlantis+the+lost+continent+finally+found+by+arysio+santos.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-agd6TWHn21E/TZNlvmdo2LI/AAAAAAAAABo/rMhlkU57ZLA/s1600/Indonesia+Truly+Atlantis+the+lost+continent+finally+found+by+arysio+santos.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Prof. Arysio Nunes Dos Santos menerbitkan buku  yang menggemparkan : “Atlantis The Lost Continents Finally Found”.  Dimana ditemukannya ? Secara tegas dinyatakannya bahwa lokasi Atlantis  yang hilang sejak kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di  Indonesia (?!). Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun  yang lalu itu adalah benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang  memiliki peradaban yang sangat tinggi dengan alamnya yang sangat kaya,  yang kemudian hilang tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan  gempa bumi sebagai hukuman dari yang Kuasa. Kisah Atlantis ini dibahas  dari masa ke masa, dan upaya penelusuran terus pula dilakukan guna  menemukan sisa-sisa peradaban tinggi yang telah dicapai oleh bangsa  Atlantis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pencarian dilakukan di  Samudera Atlantik, Laut Tengah, Karibia, sampai ke kutub Utara.  Pencarian ini sama sekali tidak ada hasilnya, sehingga sebagian orang  beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu hanyalah negeri dongeng  semata. Profesor Santos yang ahli Fisika Nuklir ini menyatakan bahwa  Atlantis tidak pernah ditemukan karena dicari di tempat yang salah.  Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah Indonesia, katanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof.  &lt;a href="http://blogwawasan.blogspot.com/"&gt;Santos&lt;/a&gt; mengatakan bahwa dia sudah meneliti kemungkinan lokasi Atlantis  selama 29 tahun terakhir ini. Ilmu yang digunakan Santos dalam menelusur  lokasi Atlantis ini adalah ilmu Geologi, Astronomi, Paleontologi,  Archeologi, Linguistik, Ethnologi, dan Comparative Mythology. Buku  Santos sewaktu ditanyakan ke ‘Amazon.com’ seminggu yang lalu ternyata  habis tidak bersisa. Bukunya ini terlink ke 400 buah sites di Internet,  dan websitenya sendiri menurut Santos selama ini telah dikunjungi  sebanyak 2.500.000 visitors. Ini adalah iklan gratis untuk mengenalkan  Indonesia secara efektif ke dunia luar, yang tidak memerlukan dana 1 sen  pun dari Pemerintah RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato pernah menulis tentang Atlantis  pada masa dimana Yunani masih menjadi pusat kebudayaan Dunia Barat  (Western World). Sampai saat ini belum dapat dideteksi apakah sang ahli  falsafah ini hanya menceritakan sebuah mitos, moral fable, science  fiction, ataukah sebenarnya dia menceritakan sebuah kisah sejarah.  Ataukah pula dia menjelaskan sebuah fakta secara jujur bahwa Atlantis  adalah sebuah realitas absolut ?&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Plato bercerita bahwa  Atlantis adalah sebuah negara makmur dengan emas, batuan mulia, dan  ‘mother of all civilazation’ dengan kerajaan berukuran benua yang  menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu metalurgi, memiliki  jaringan irigasi, dengan kehidupan berkesenian, tarian, teater, musik,  dan olahraga.&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Warga Atlantis yang semula  merupakan orang-orang terhormat dan kaya, kemudian berubah menjadi  ambisius. Yang kuasa kemudian menghukum mereka dengan mendatangkan  banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang sedemikian dahsyatnya  sehingga menenggelamkan seluruh benua itu.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kisah-kisah  sejenis atau mirip kisah Atlantis ini yang berakhir dengan bencana  banjir dan gempa bumi, ternyata juga ditemui dalam kisah-kisah sakral  tradisional di berbagai bagian dunia, yang diceritakan dalam bahasa  setempat. Menurut Santos, ukuran waktu yang diberikan Plato 11.600 tahun  BP (Before Present), secara tepat bersamaan dengan berakhirnya Zaman Es  Pleistocene, yang juga menimbulkan bencana banjir dan gempa yang sangat  hebat.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Bencana ini menyebabkan punahnya 70% dari species  mamalia yang hidup saat itu, termasuk kemungkinan juga dua species  manusia : Neandertal dan Cro-Magnon.&lt;br /&gt;Sebelum terjadinya bencana  banjir itu, pulau Sumatera, pulau Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara  masih menyatu dengan semenanjung Malaysia dan benua Asia.&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Posisi  Indonesia terletak pada 3 lempeng tektonis yang saling menekan, yang  menimbulkan sederetan gunung berapi mulai dari Sumatera, Jawa, Nusa  Tenggara, dan terus ke Utara sampai ke Filipina yang merupakan bagian  dari ‘Ring of Fire’.&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Gunung utama yang  disebutkan oleh Santos, yang memegang peranan penting dalam bencana ini  adalah Gunung Krakatau dan ‘sebuah gunung lain’ (kemungkinan Gunung  Toba). Gunung lain yang disebut-sebut (dalam kaitannya dengan  kisah-kisah mytologi adalah Gunung Semeru, Gunung Agung, dan Gunung  Rinjani.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bencana alam beruntun ini menurut Santos  dimulai dengan ledakan dahsyat gunung Krakatau, yang memusnahkan seluruh  gunung itu sendiri, dan membentuk sebuah kaldera besar yaitu selat  Sunda yang jadinya memisahkan pulau Sumatera dan Jawa.&lt;br /&gt;Letusan ini  menimbulkan tsunami dengan gelombang laut yang sangat tinggi, yang  kemudian menutupi dataran-dataran rendah diantara Sumatera dengan  Semenanjung Malaysia, diantara Jawa dan Kalimantan, dan antara Sumatera  dan Kalimantan. Abu hasil letusan gunung Krakatau yang berupa ‘fly-ash’  naik tinggi ke udara dan ditiup angin ke seluruh bagian dunia yang pada  masa itu sebagian besar masih ditutup es (Zaman Es Pleistocene) .&lt;br /&gt;Abu  ini kemudian turun dan menutupi lapisan es. Akibat adanya lapisan abu,  es kemudian mencair sebagai akibat panas matahari yang diserap oleh  lapisan abu tersebut.&lt;br /&gt;Gletser di kutub Utara dan Eropah kemudian  meleleh dan mengalir ke seluruh bagian bumi yang rendah, termasuk  Indonesia. Banjir akibat tsunami dan lelehan es inilah yang menyebabkan  air laut naik sekitar 130 meter diatas dataran rendah Indonesia. Dataran  rendah di Indonesia tenggelam dibawah muka laut, dan yang tinggal  adalah dataran tinggi dan puncak-puncak gunung berapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan  air yang besar ini menimbulkan tarikan dan tekanan yang hebat pada  lempeng-lempeng benua, yang selanjutnya menimbulkan letusan-letusan  gunung berapi selanjutnya dan gempa bumi yang dahsyat. Akibatnya adalah  berakhirnya Zaman Es Pleitocene secara dramatis.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Dalam  bukunya Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur yang  bermandi matahari sepanjang waktu. Padahal zaman pada waktu itu adalah  Zaman Es, dimana temperatur bumi secara menyeluruh adalah kira-kira 15  derajat Celcius lebih dingin dari sekarang.&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Lokasi yang bermandi sinar matahari pada waktu itu hanyalah Indonesia yang memang terletak di katulistiwa.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Plato  juga menyebutkan bahwa luas benua Atlantis yang hilang itu “….lebih  besar dari Lybia (Afrika Utara) dan Asia Kecil digabung jadi satu…”.  Luas ini persis sama dengan luas kawasan Indonesia ditambah dengan luas  Laut China Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Profesor Santos, para ahli yang  umumnya berasal dari Barat, berkeyakinan teguh bahwa peradaban manusia  berasal dari dunia mereka. Tapi realitas menunjukkan bahwa Atlantis  berada di bawah perairan Indonesia dan bukan di tempat lain.&lt;br /&gt;Walau  dikisahkan dalam bahasa mereka masing-masing, ternyata istilah-istilah  yang digunakan banyak yang merujuk ke hal atau kejadian yang sama.&lt;br /&gt;Santos  menyimpulkan bahwa penduduk Atlantis terdiri dari beberapa suku/etnis,  dimana 2 buah suku terbesar adalah Aryan dan Dravidas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua suku  bangsa ini sebelumya berasal dari Afrika &lt;a href="http://blogwawasan.blogspot.com/"&gt;3&lt;/a&gt; juta tahun yang lalu, yang  kemudian menyebar ke seluruh Eurasia dan ke Timur sampai Auatralia lebih  kurang 1 juta tahun yang lalu. Di Indonesia mereka menemukan kondisi  alam yang ideal untuk berkembang, yang menumbuhkan pengetahuan tentang  pertanian serta peradaban secara menyeluruh. Ini terjadi pada zaman  Pleistocene.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Zaman Es itu, Atlantis adalah surga tropis  dengan padang-padang yang indah, gunung, batu-batu mulia, metal berbagai  jenis, parfum, sungai, danau, saluran irigasi, pertanian yang sangat  produktif, istana emas dengan dinding-dinding perak, gajah, dan bermacam  hewan liar lainnya. Menurut Santos, hanya Indonesialah yang sekaya ini  (!). Ketika bencana yang diceritakan diatas terjadi, dimana air laut  naik setinggi kira-kira 130 meter, penduduk Atlantis yang selamat  terpaksa keluar dan pindah ke India, Asia Tenggara, China, Polynesia,  dan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku Aryan yang bermigrasi ke India mula-mula pindah  dan menetap di lembah Indus. . Karena glacier Himalaya juga mencair dan  menimbulkan banjir di lembah Indus, mereka bermigrasi lebih lanjut ke  Mesir, Mesopotamia, Palestin, Afrika Utara, dan Asia Utara.&lt;br /&gt;Di tempat-tempat baru ini mereka kemudian berupaya mengembangkan kembali budaya Atlantis yang merupakan akar budaya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan  terbaik dari tenggelamnya benua Atlantis ini dicatat di India melalui  tradisi-tradisi cuci di daerah seperti Lanka, Kumari Kandan, Tripura,  dan lain-lain. Mereka adalah pewaris dari budaya yang tenggelam  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku Dravidas yang berkulit lebih gelap tetap tinggal  di Indonesia. Migrasi besar-besaran ini dapat menjelaskan timbulnya  secara tiba-tiba atau seketika teknologi maju seperti pertanian,  pengolahan batu mulia, metalurgi, agama, dan diatas semuanya adalah  bahasa dan abjad di seluruh dunia selama masa yang disebut Neolithic  Revolution.&lt;br /&gt;Bahasa-bahasa dapat ditelusur berasal dari Sansekerta dan  Dravida. Karenanya bahasa-bahasa di dunia sangat maju dipandang dari  gramatika dan semantik. Contohnya adalah abjad. Semua abjad menunjukkan  adanya “sidik jari” dari India yang pada masa itu merupakan bagian yang  integral dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Indonesialah lahir bibit-bibit  peradaban yang kemudian berkembang menjadi budaya lembah Indus, Mesir,  Mesopotamia, Hatti, Junani, Minoan, Crete, Roma, Inka, Maya, Aztek, dan  lain-lain. Budaya-budaya ini mengenal mitos yang sangat mirip. Nama  Atlantis diberbagai suku bangsa disebut sebagai Tala, Attala, Patala,  Talatala, Thule, Tollan, Aztlan, Tluloc, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah  ringkasan teori Profesor Santos yang ingin membuktikan bahwa benua  atlantis yang hilang itu sebenarnya berada di Indonesia. Bukti-bukti  yang menguatkan Indonesia sebagai Atlantis, dibandingkan dengan lokasi  alternative lainnya disimpulkan Profesor Santos dalam suatu matrix yang  disebutnya sebagai ‘Checklist’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari benar atau tidaknya  teori ini, atau dapat dibuktikannya atau tidak kelak keberadaan  Atlantis di bawah laut di Indonesia, teori Profesor Santos ini sampai  saat ini ternyata mampu menarik perhatian orang-orang luar ke Indonesia.  Teori ini juga disusun dengan argumentasi atau hujjah yang cukup jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau  ada yang beranggapan bahwa kualitas bangsa Indonesia sekarang sama  sekali “tidak meyakinkan” untuk dapat dikatakan sebagai nenek moyang  dari bangsa-bangsa maju yang diturunkannya itu, maka ini adalah suatu  proses maju atau mundurnya peradaban yang memakan waktu lebih dari  sepuluh ribu tahun. Contoh kecilnya, ya perbandingan yang sangat populer  tentang orang Malaysia dan Indonesia; dimana 30 tahunan yang lalu  mereka masih belajar dari kita, dan sekarang mereka relatif berada di  depan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT juga berfirman bahwa nasib manusia ini  memang dipergilirkan. Yang mulia suatu saat akan menjadi hina, dan  sebaliknya. Profesor Santos akan terus melakukan penelitian lapangan  lebih lanjut guna membuktikan teorinya. Kemajuan teknologi masa kini  seperti satelit yang mampu memetakan dasar lautan, kapal selam mini  untuk penelitian (sebagaimana yang digunakan untuk menemukan kapal  ‘Titanic’), dan beragam peralatan canggih lainnya diharapkannya akan  mampu membantu mencari bukti-bukti pendukung yang kini diduga masih  tersembunyi di dasar laut di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dapat dilakukan  oleh pemerintah dan bangsa Indonesia ? Bagaimana pula pakar Indonesia  dari berbagai disiplin keilmuan menanggapi teori yang sebenarnya  “mengangkat” Indonesia ke posisi sangat terhormat : sebagai asal usul  peradaban bangsa-bangsa seluruh dunia ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita renungkan  penyebab Atlantis dulu dihancurkan : penduduk cerdas terhormat yang  berubah menjadi ambisius serta berbagai kelakuan buruk lainnya (mungkin  ‘korupsi’ salah satunya). Nah, salah-salah Indonesia sang “mantan  Atlantis” ini bakal kena hukuman lagi nanti kalau tidak mau berubah  seperti yang ditampakkan bangsa ini secara terang-terangan sekarang ini.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagi yang berminat untuk membaca lebih jelas, dapat  langsung ke website Profesor Arysio Nunes Dos Santos – Atlantis The Lost  Continent Finally Found http://www.atlan.org/&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4058621988056558388-1902838324434459232?l=blogwawasan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4058621988056558388/posts/default/1902838324434459232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4058621988056558388/posts/default/1902838324434459232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogwawasan.blogspot.com/2010/11/ternyata-benua-atlantis-adalah.html' title='Ternyata Benua Atlantis Adalah Indonesia'/><author><name>admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02889185329221373773</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-agd6TWHn21E/TZNlvmdo2LI/AAAAAAAAABo/rMhlkU57ZLA/s72-c/Indonesia+Truly+Atlantis+the+lost+continent+finally+found+by+arysio+santos.jpg' height='72' width='72'/></entry></feed>
